Setiap orang pasti punya ketakutannya sendiri, kekhawatiran yang seberapa keraspun dia mencoba tetap tidak bisa menyingkirkannya. Saya pun begitu, saya juga dapat merasakan takut. Banyak sekali yang saya takutkan di dunia ini, dari hal yang remeh hingga hal-hal yang hanya segelintir orang yang berani menghadapinya.
Apakah kawan juga punya ketakutan ketakutan seperti itu? Saya rasa setiap orang memang benar punya ketakutannya masing masing. Hanya mungkin kadarnya yang berbeda. Untuk saya sendiri, saya bingung menjelaskan ketakutan saya. Karena sejujurnya saya orang yang tidak menyimpan ketakutan yang belum pada waktunya.
Belum pada waktunya? Pasti sedikit bingung dengan kalimat ini. Entah ini berhubungan atau tidak, tapi saya adalah seorang phlegmatis yang bersifat kekinian dan sedikit apatis. Mengenai ketakutan yang belum pada waktunya itu, saya menganggap apapun yang belum terjadi tidak pantas untuk dikhawatirkan. Kedengaran seperti 'tiba masa tiba akal' ya? Sepertinya begitulah saya huehehehe...
Tapi memang seperti itulah cara aman seorang phlegmatis berfikir. Kekhawatiran tentang sesuatu yang tidak pasti di depan sana bukanlah sesuatu yang baik. Apakah kekhawatiranmu bisa mendatangkan sesuatu selain kecemasan dan kegelisahan? Nah, disitu menurut saya mengapa kita tidak perlu takut tentang sesuatu yang belum kita ketahui pasti. Saya tidak suka merasa gelisah dan cemas sepanjang waktu. Saya suka menikmati waktu kekinian di pikiran saya. Apa yang harus saya lakukan sekarang, apa yang harus saya kerjakan sekarang, apa yang sedang terjadi sekarang, masalah kah atau hanya sekedar kejadian biasa sehari hari.
Saya kadang gemas melihat teman yang sangat ekspresif menunjukkan kekhawatirannya atas sebuah masalah yang belum jelas. Yah, mungkin karena tidak jelasnya itu yang membuatnya khawatir, itu bisa dimaklumi. Tapi menurut saya, khawatir sekarang malah akan membuat kita gelisah dan cemas, dan ketika kita gelisah dan cemas kadang pikiran tidak bisa berjalan dengan baik. Keputusan pun terkadang di buat dengan dasar kekhawatiran itu dan kadang logika dikalahkan oleh perasaan.
Bagi saya, pengalaman sakit, sedih, putus asa yang Alhamdulillah akhirnya berakhir dengan senyuman adalah sebuah takdir manis yang memberiku sebuah pelajaran yang sangat manis.
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
(al An’am :59)
Jadi jangan takut akan semua kemungkinan kemungkinan yang belum terjadi. Berusahalah sekuat tenagamu, seikhlas niatmu, sebulat tekadmu dan saksikan apa yang selanjutnya terjadi.... *berkedip* huehehe...
Intinya, setiap hari setiap saat setiap kita membuat sebuah keputusan akan selalu ada kemungkinan kemungkinan terburuk. Tapi jangan biarkan ketakutan membuatmu lemah dan berputus asa, tidak ada satupun yang luput dari pengetahuanNya. Hanya orang kuat yang diberikan Allah ujian yang besar, karena bukankah sudah ada janji pasti bahwa Allah tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan hambaNya.